Cari
  • Deocon Indonesia

Perawatan Jalan Perkebunan Sawit

Diperbarui: 15 Nov 2018

Secara umum perawatan jalan kebun sawit atau cara memelihara jalan tanah kebun sawit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu perawatan jalan m




ekanis dan perawatan manual. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing masing.


Jalan Perkebunan Sawit

1. Perawatan Jalan Mekanis


Perawatan jenis ini dilakukan dengan cara mengembalikan material pengeras jalan ke badan tanah. Kemudian badan jalan dibentuk kembali dan dibuat chamber sehingga tali air mencapai 25-50 meter satu tali air ke parit atau tepi badan jalan. Kemudian dilakukan perataan dan pemadatan kembali menggunakan road roller di belakang greader setelah 1 km jalan digrading. Grading ini dilakukan hanya pada jalan yang sudah keras pada serta tidak menggali terlalu dalam. Sementara pada musim kering perawatan jalan dilakukan dengan prioritas pada rendahan. Juga jangan pernah melakukan grading jalan pada musim hujan.


Inti terpenting selama perawatan jalan mekanis adalah menjaga bentuk jalan tetap cembung agar air bisa mengalir ke parit. Lakukan perawatan dengan norma Norma 3 HM/Km atau 8 HM/2.5 Km atau sekitar 2.5 km/hari.


2. Perawatan Manual

Perawatan manual dilakukan dengan memangkas tunas pelepah jalan agar cahaya matahari bisa tembus ke jalan. Sinar matahari yang sampai ke jalan akan menguraikan materi anorganik yang bisa mengakibatkan pembusukan. Jangka panjang cahaya ini berdampak positif pada pengerasan jalan kebun sawit. Terutama pada jalan koleksi, lakukan pemotongan setengah dari panjang pelepah dan pada 3 lingkaran daun paling bawah.


Apabila jalan kebun berlubang, segera lakukan perawatan dengan mengisi batu-batu atau menutupnya dengan material sekitarnya. Pastikan air tidak tergenang dan mengalir melalui tali air ke blok atau parit. Bersihkan jembatan dari tanah yang menyangkut, bersihkan kayu rumput dan gorong-gorong. Perawatan dilakukan dengan norma 0.06 Hk/Ha potong pelepah dan 0.06 Hk/Ha untuk manual jalan dan 0.06 Hk/Ha rawat jembatan.


Perawatan jalan yang terpenting adalah menjaga bentuk jalan tetap cembung (Camber) atau kemiringan sekitar 5% dan tali air pada tepi badan jalan. Air tidak boleh tergenang di permukaan badan jalan karena akan menyebabkan terbentuk lubang pada titik-titik yang lemah pada akhirnya merusak jalan.


Perawatan jalan akses (Acces Road) harus lebih tinggi proporsinya dari pada jalan lain, karena intensitas di lewati dan tingkat dampak apabila rusak terhadap aspek lain lebih besar. Jalan utama (Main Road) menjadi prioritas selanjutnya, dilanjutkan dengan Jalan Collection dan jalan kountur.


Ada 5 faktor penyebab kerusakan jalan yaitu:

  • Pembentukan badan jalan yang tidak sempurna

  • Bahan organik yang digunakan saat perawatan jalan

  • Kurangnya cahaya matahari

  • Sifat tanah (tekstur dan struktur)

  • Bahan angkutan (tonase) yang berlebihan

  • Alat Berat yang melewati jalan saat musim hujan


Disadur dari berbagai sumber


#deoconindonesia #soilstabilizer #soilstabilization #perkerasanjalantanah #stabilisasijalan #perkebunansawit #jalantambang #perkebunan #pertambangan #dustcontrol #dustsuppression #berdebu #perawatanjalanperkebunan #professional #friendly #reliableservice #asimplesolution #roadtoglobal #construction #perusahaankonstruksi #pekanbaru #indonesia

0 tampilan

© 2012-2020 Deocon Indonesia. All Rights Reserved.

  • Facebook - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle