Cari
  • Deocon Indonesia

Jalan Sirtu vs Stabilisasi / Perkerasan Kimiawi S-Base 07 Soil Stabilizer

Diperbarui: 15 Nov 2018

Perkerasan jalan atau stabilisasi jalan tanah, dengan metode aplikasi secara kimiawi menggunakan S-Base 07 Soil Stabilizer dibandingkan dengan jalan sirtu memakai bebatuan dengan volume sangat besar, ditemukan pada berbagai jenis prasarana jalan di lokasi tertentu, terutama jalan perkebunan (khususnya di main road, production road, dan collection road) di berbagai daerah perkebunan di Indonesia. Berikut beberapa keunggulan aplikasi secara kimiawi dengan menggunakan S-Base 07 Soil Stabilizer dibandingkan dengan sistem aplikasi Sirtu:


Sirtu vs S-Base 07 Soil Stabilizer

Perkerasan Jalan dengan sistem aplikasi Sirtu

  • Tidak mampu menahan infiltrasi aliran air di permukaan jalan.

  • Jalan sirtu membutuhkan sistem drainase yang sangat baik.

  • Membutuhkan deposit material sirtu alam sangat besar (+ 1.200 M3 / KM) dengan asumsi lebar jalan 5 Meter.

  • Membutuhkan mobilisasi besar, pengangkutan batu dari luar.

  • Membutuhkan mobilisasi alat berat dalam pemeliharaan.

  • Tidak ada ikatan antara batu, saling lepas.

  • Membutuhkan mobilisasi alat berat dalam pemeliharaan rutin drainase.

  • Permukaan perkerasan tidak rata, licin pada waktu hujan, berdebu pada musim kemarau.

  • Perawatan kendaraan operasional menjadi mahal.

  • Harga batu mahal, karena harus didatangkan dari luar daerah lokasi (dibeberapa lokasi yang jauh dari quarry).

  • Daya dukung dan umur jalan secara teknis maupun aspek ekonomi belum terukur.

  • Setiap beberapa bulan akan ada over-lay (pelapisan ulang) dengan ketebalan setengah dari awal.

  • Beban kendaraan terpusat ke tanah, sehingga tanah dasar cepat rusak.

  • Di beberapa perkebunan, penimbunan, pelapisan sirtu dilakukan hampir setiap minggu.

  • Setiap Tahun ada proses grading (pemerataan) untuk jalan-jalan yang tidak rata.

Perkerasan Jalan Dengan Aplikasi secara Kimiawi S-Base 07 Soil Stabilizer

  • Menghemat 40-60 % biaya dalam pembuatan jalan.

  • Meningkatkan CBR Tanah.

  • Pengurangan koefisien permeabilitas dan pengurangan indeks plastisitas.

  • Mampu menahan infiltrasi aliran air pada permukaan jalan.

  • Membutuhkan sistem drainase yang baik.

  • Mudah digunakan dan diaplikasikan dengan alat pekerjaan jalan standar.

  • Tidak memerlukan sirtu yang banyak, hanya memanfaatkan tanah dasar yang ada, bahkan untuk beberapa kondisi jalan perkebunan tidak dibutuhkan sirtu tambahan.

  • Untuk pemeliharaan tidak memerlukan alat berat seperti pekerjaan di awal.

  • Pemeliharaan bersifat on the spot dengan sistem patching (tambal).

  • Dalam Aplikasi tidak perlu penambahan material seperti semen, kapur, dan yang sejenis. Cukup dengan S-Base 07 dan penambahan air sesuai dengan aplikasi yang akan dikerjakan.

  • Permukaan perkerasan mulus, tidak licin waktu hujan dan tak berdebu di musim kemarau.

  • Daya dukung dapat di ukur dan di sesuaikan 15-50 ton.

  • Umur teknis atau rencana pakai dapat di ukur dan di sesuaikan 1-2 tahun bahkan bisa lebih.

  • Biaya perawatan yang sangat rendah.

  • Tidak memerlukan proses penimbunan kembali secara berkala jika kondisi sub base dan sub grade tanah sudah baik.

  • Tidak ada proses grading (pemerataan) saat pemiliharaan.

  • Dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan aplikasi stabilisasi / perkerasan tanah produk S-Base 07 Soil Stabilizer ramah lingkungan.

  • S-Base 07 Soil Stabilizer lebih baik dibandingkan dengan pembuatan jalan menggunakan cara konvensional ataupun pakai beton.



#deocoindonesia #soilstabilizer #soilstabilization #perkerasanjalantanah #pengerasanjalan #stabilisasijalan #perkebunan #pertambangan #dustcontrol #dustsuppression #berdebu #perawatanjalan #professional #friendly #reliableservice #asimplesolution #roadtoglobal #construction #perusahaankonstruksi #pekanbaru #indonesia


0 tampilan

© 2012-2020 Deocon Indonesia. All Rights Reserved.

  • Facebook - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle